An artist has depicted the talent named BAGJA PRAMOEDYA who will be carrying out the VIP rental for 2 DAYS. The artwork was created on TELEGRAM, symbolizing a mission full of significance.
❤1🥰1🕊1
Forwarded from RENTALGRAM
#FYP Untuk Lazar (@L1961s) tercinta
Lazar, aku rindu.
Rindu pada matamu,
yang selalu bercerita tanpa kata.
Rindu pada tawamu,
yang membuat hariku cerah.
Rindu pada caramu,
mengejutkanku dengan puisi.
Aku rindu, pada setiap detik yang kita lalui.
Pada setiap cerita yang kita bagi.
Pada setiap janji yang kita ucapkan.
Rindu pada setiap kata yang terucap,
yang membuatku semakin jatuh cinta.
Lazar, aku rindu.
Rindu pada matamu,
yang selalu bercerita tanpa kata.
Rindu pada tawamu,
yang membuat hariku cerah.
Rindu pada caramu,
mengejutkanku dengan puisi.
Aku rindu, pada setiap detik yang kita lalui.
Pada setiap cerita yang kita bagi.
Pada setiap janji yang kita ucapkan.
Rindu pada setiap kata yang terucap,
yang membuatku semakin jatuh cinta.
Forwarded from RENTALGRAM
#FYP. @leeminhyvn, sayang. Thanks for telling me about your heart feeling anytime. Mungkin gak mudah yang kita lewati selama ini. Ada berbagai kesalahpahaman yang bikin kita selalu bergelut dengan isi kepala dan hati kita sendiri. But thanks for believe me and telling your feelings. Abang senang masih bisa membersamai kamu hingga saat ini. Abang minta maaf ya, adek, kalau mungkin selama ini abang belum bisa jadi pacar kamu yang terbaik. Abang sudah mengusahakan, dan mungkin memang belum sempurna. Terimakasih ya, sayang, sudah jadi sempurnanya abang. Kita tumbuh bareng-bareng. Kita bahagia dan sedih bersama. Kita lalui semuanya bersama hingga nanti ya, adek sayang? Abang selalu sayang kamu, kapanpun, di manapun, tanpa alasan apapun, dengan perasaan yang sama. Tolong bahagia selalu ya, kesayangan abang.
Forwarded from RENTALGRAM
CW // MENTIONING KISS
#FYP Dear, @hjuyeonb 🤍
My love, I am proud of you not only for the strength in your steps or the triumphs you achieve, but also for the kindness in your heart, the courage with which you love, and the way you have become my calmest home. With you, I have learned the truest meaning of gratitude and love. Walking beside you reminds me each day of the beauty of devotion, the grace of resilience, and the blessing of a love so steadfast that it teaches me, again and again, the deepest meaning of thankfulness.🤍
#FYP Dear, @hjuyeonb 🤍
My love, I am proud of you not only for the strength in your steps or the triumphs you achieve, but also for the kindness in your heart, the courage with which you love, and the way you have become my calmest home. With you, I have learned the truest meaning of gratitude and love. Walking beside you reminds me each day of the beauty of devotion, the grace of resilience, and the blessing of a love so steadfast that it teaches me, again and again, the deepest meaning of thankfulness.🤍
Forwarded from AREA RENTAL
Peringatan: Demokrasi Dikepung di Jalanan Ibu Kota
Di jantung negara demokrasi, suara rakyat seharusnya bergema tanpa rasa takut. Namun akhir Agustus 2025 menjadi saksi bisu ketika palu kekuasaan menghantam mimbar kebebasan.
Di depan gedung perwakilan rakyat, yang terjadi justru pengingkaran terhadap hak paling dasar: hak untuk bersuara. Tanggal 25-28 Agustus 2025 akan tercatat dalam sejarah sebagai hari ketika demokrasi kita mengalami ujian terberat.
Catatan Kelam Empat Hari yang Mengguncang Nurani
Sementara di balik tembok gedung mewah, para wakil rakyat mungkin sedang menari-nari di atas panggung kekuasaan, rakyat yang mereka wakili justru terjepit di antara aspal panas dan pentungan baja. Sebuah ironi yang menyayat: ketika rakyat berteriak meminta keadilan, para penguasa justru asyik berpesta dalam gemerlap kursi empuk.
Sejak 25 Agustus, gelombang manusia membanjiri jalan-jalan menuju DPR RI. Mereka datang dengan harapan, dengan keyakinan pada proses demokratis. Namun yang mereka terima adalah pelajaran pahit tentang kekerasan negara.
Aparat yang seharusnya melindungi, justru berbalik menjadi ancaman. Ratusan pelajar masa depan bangsa mengalami penangkapan dan penganiayaan. Bahkan yang memilukan, hampir dua ratus di antaranya masih di bawah umur yaitu anak-anak yang seharusnya berada di kelas, justru mengalami trauma kekerasan negara.
Dunia jurnalisme pun tak luput dari amuk kekuasaan. Para jurnalis yang menjalankan tugas mulia pencari fakta justru menjadi sasaran amarah. Kebenaran menjadi musuh yang harus dibungkam.
Tragedi mencapai puncaknya pada 28 Agustus. Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang sedang mencari nafkah, tewas mengenaskan terlindas mobil taktis Brimob. Rekannya, Umar, selamat tapi harus berjuang melawan luka-luka berat. Kematian Affan menjadi simbol nyata bagaimana nyawa rakyat dianggap remeh oleh penguasa.
Yang lebih memprihatinkan, beredar laporan bahwa polisi menggunakan gas air mata kedaluwarsa terhadap massa. Tindakan yang tidak hanya brutal tetapi juga menunjukkan sikap ceroboh terhadap keselamatan masyarakat.
Di tengah tragedi kemanusiaan ini, muncul narasi-narasi pengalihan isu. Alih-alih mempertanyakan kekerasan aparat, sebagian pihak justru menyoroti peran pelajar dan pekerja yang turun ke lapangan. Seolah-olah nyawa manusia dan hak konstitusional warga negara bisa dikalahkan oleh argumentasi sempit tentang ketertiban.
Permintaan maaf Kapolda dan pemeriksaan terhadap 7 anggota polisi adalah langkah awal, namun tidak cukup untuk mengobati luka yang sudah terlanjur dalam. Kematian Affan tidak bisa ditebus dengan permintaan maaf. Trauma ratusan pelajar tidak akan hilang dengan pemeriksaan biasa.
Kini saatnya kita membuktikan bahwa demokrasi bukan hanya kata-kata. Mari kita jaga bersama api perjuangan ini dengan cara:
- Menyebarkan informasi yang benar tentang peristiwa ini
- Mengawal proses hukum hingga tuntas tanpa kompromi
- Mengingat setiap korban dan memperjuangkan keadilan untuk mereka
- Menolak segala bentuk narasi yang mengalihkan dari substansi kekerasan negara
Jangan biarkan nyawa Affan dan trauma ratusan pelajar sia-sia. Demokrasi kita sedang sakit, dan hanya suara kolektif kita yang bisa menyembuhkannya.
Di jantung negara demokrasi, suara rakyat seharusnya bergema tanpa rasa takut. Namun akhir Agustus 2025 menjadi saksi bisu ketika palu kekuasaan menghantam mimbar kebebasan.
Di depan gedung perwakilan rakyat, yang terjadi justru pengingkaran terhadap hak paling dasar: hak untuk bersuara. Tanggal 25-28 Agustus 2025 akan tercatat dalam sejarah sebagai hari ketika demokrasi kita mengalami ujian terberat.
Catatan Kelam Empat Hari yang Mengguncang Nurani
Sementara di balik tembok gedung mewah, para wakil rakyat mungkin sedang menari-nari di atas panggung kekuasaan, rakyat yang mereka wakili justru terjepit di antara aspal panas dan pentungan baja. Sebuah ironi yang menyayat: ketika rakyat berteriak meminta keadilan, para penguasa justru asyik berpesta dalam gemerlap kursi empuk.
Sejak 25 Agustus, gelombang manusia membanjiri jalan-jalan menuju DPR RI. Mereka datang dengan harapan, dengan keyakinan pada proses demokratis. Namun yang mereka terima adalah pelajaran pahit tentang kekerasan negara.
Aparat yang seharusnya melindungi, justru berbalik menjadi ancaman. Ratusan pelajar masa depan bangsa mengalami penangkapan dan penganiayaan. Bahkan yang memilukan, hampir dua ratus di antaranya masih di bawah umur yaitu anak-anak yang seharusnya berada di kelas, justru mengalami trauma kekerasan negara.
Dunia jurnalisme pun tak luput dari amuk kekuasaan. Para jurnalis yang menjalankan tugas mulia pencari fakta justru menjadi sasaran amarah. Kebenaran menjadi musuh yang harus dibungkam.
Tragedi mencapai puncaknya pada 28 Agustus. Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang sedang mencari nafkah, tewas mengenaskan terlindas mobil taktis Brimob. Rekannya, Umar, selamat tapi harus berjuang melawan luka-luka berat. Kematian Affan menjadi simbol nyata bagaimana nyawa rakyat dianggap remeh oleh penguasa.
Yang lebih memprihatinkan, beredar laporan bahwa polisi menggunakan gas air mata kedaluwarsa terhadap massa. Tindakan yang tidak hanya brutal tetapi juga menunjukkan sikap ceroboh terhadap keselamatan masyarakat.
Di tengah tragedi kemanusiaan ini, muncul narasi-narasi pengalihan isu. Alih-alih mempertanyakan kekerasan aparat, sebagian pihak justru menyoroti peran pelajar dan pekerja yang turun ke lapangan. Seolah-olah nyawa manusia dan hak konstitusional warga negara bisa dikalahkan oleh argumentasi sempit tentang ketertiban.
Permintaan maaf Kapolda dan pemeriksaan terhadap 7 anggota polisi adalah langkah awal, namun tidak cukup untuk mengobati luka yang sudah terlanjur dalam. Kematian Affan tidak bisa ditebus dengan permintaan maaf. Trauma ratusan pelajar tidak akan hilang dengan pemeriksaan biasa.
Kini saatnya kita membuktikan bahwa demokrasi bukan hanya kata-kata. Mari kita jaga bersama api perjuangan ini dengan cara:
- Menyebarkan informasi yang benar tentang peristiwa ini
- Mengawal proses hukum hingga tuntas tanpa kompromi
- Mengingat setiap korban dan memperjuangkan keadilan untuk mereka
- Menolak segala bentuk narasi yang mengalihkan dari substansi kekerasan negara
Jangan biarkan nyawa Affan dan trauma ratusan pelajar sia-sia. Demokrasi kita sedang sakit, dan hanya suara kolektif kita yang bisa menyembuhkannya.
Forwarded from AREA RENTAL
Sumber Informasi dan Saluran Bantuan
Untuk memperdalam pemahaman dan mengambil tindakan, berikut adalah sumber-sumber informasi terpercaya dan saluran bantuan yang dapat dihubungi:
📞 Saluran Pengaduan dan Bantuan:
Lembaga Bantuan Hukum Yusuf (081287127288)
Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (089502857093)
Kontras (021-3919097)
Lokataru (021-22474143)
📰 Berita Terkait Tragedi 28 Agustus:
• Kronologi Lengkap Kasus Affan:
https://megapolitan.kompas.com/read/2025/08/29/05322711/imbas-ojol-terlindas-rantis-brimob-bem-ui-dan-bem-si-kerakyatan-bakal
https://news.detik.com/berita/d-8084828/ojol-tewas-dilindas-rantis-rekan-rekannya-datangi-mako-brimob-kwitang/amp
• Laporan Langsung Demonstrasi:
https://www.liputan6.com/amp/6144217/live-report-demo-28-agustus-2025-di-gedung-dpr
• Latar Belakang Tuntutan Demo (Isu Penurunan Upah):
https://www.liputan6.com/amp/6145066/buruh-tuntut-kenaikan-upah-10-saat-demo-hari-ini-begini-kata-pengusaha
🎥 Bukti Visual Kekerasan Aparat:
• Penggunaan Gas Air Mata di Stasiun dan Tempat Publik:
https://x.com/TirtoID/status/1961043051746623961
https://x.com/_Taula_/status/1961034604736872797
https://x.com/detikcom/status/1960988139167903809
https://x.com/barengwarga/status/1961099872700072183
Mari terus menyebarkan informasi yang akurat dan mengawal proses hukum untuk memastikan keadilan ditegakkan. Setiap suara yang bergabung akan memperkuat perjuangan kita melawan kekerasan negara dan ketidakadilan.
Untuk memperdalam pemahaman dan mengambil tindakan, berikut adalah sumber-sumber informasi terpercaya dan saluran bantuan yang dapat dihubungi:
📞 Saluran Pengaduan dan Bantuan:
Lembaga Bantuan Hukum Yusuf (081287127288)
Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (089502857093)
Kontras (021-3919097)
Lokataru (021-22474143)
📰 Berita Terkait Tragedi 28 Agustus:
• Kronologi Lengkap Kasus Affan:
https://megapolitan.kompas.com/read/2025/08/29/05322711/imbas-ojol-terlindas-rantis-brimob-bem-ui-dan-bem-si-kerakyatan-bakal
https://news.detik.com/berita/d-8084828/ojol-tewas-dilindas-rantis-rekan-rekannya-datangi-mako-brimob-kwitang/amp
• Laporan Langsung Demonstrasi:
https://www.liputan6.com/amp/6144217/live-report-demo-28-agustus-2025-di-gedung-dpr
• Latar Belakang Tuntutan Demo (Isu Penurunan Upah):
https://www.liputan6.com/amp/6145066/buruh-tuntut-kenaikan-upah-10-saat-demo-hari-ini-begini-kata-pengusaha
🎥 Bukti Visual Kekerasan Aparat:
• Penggunaan Gas Air Mata di Stasiun dan Tempat Publik:
https://x.com/TirtoID/status/1961043051746623961
https://x.com/_Taula_/status/1961034604736872797
https://x.com/detikcom/status/1960988139167903809
https://x.com/barengwarga/status/1961099872700072183
Mari terus menyebarkan informasi yang akurat dan mengawal proses hukum untuk memastikan keadilan ditegakkan. Setiap suara yang bergabung akan memperkuat perjuangan kita melawan kekerasan negara dan ketidakadilan.
KOMPAS.com
Imbas Ojol Terlindas Rantis Brimob, BEM UI dan BEM SI Kerakyatan Bakal Demo Hari Ini
BEM SI Kerakyatan berencana unjuk rasa setelah insiden tragis ojol terlindas rantis Brimob. Mahasiswa tuntut keadilan.