Cygnus merupakan rasi bintang yang bisa kita lihat di langit bagian utara. Dalam bahasa Latin, namanya memiliki arti βAngsaβ. Oleh karena itu, Cygnus juga biasa disebut dengan rasi bintang angsa. Cygnus terdiri dari enam bintang terang yang saling bersilangan, seperti tanda salib. Bintang yang paling terang pada rasi ini bernama Deneb, yang juga merupakan salah satu bintang terbesar di langit. Letaknya berada di bagian ekor angsa. Cygnus bisa dilihat secara jelas di langit malam sepanjang musim panas dan gugur di belahan bumi bagian utara.
Cygnus sering dikaitkan dengan beberapa mitos. Salah satunya adalah kisah persahabatan antara dua pemuda bernama Phaeton dan Cygnus. Alkisah, keduanya sedang berlomba melintasi langit menaiki kuda terbang milik Apollo. Karena terlalu dekat dengan matahari, kereta mereka terbakar dan keduanya jatuh ke bumi. Cygnus selamat, namun ia melihat temannya telah mati dan tubuhnya terperangkap di dasar sungai Eridanus.
Cygnus merupakan rasi bintang yang bisa kita lihat di langit bagian utara. Dalam bahasa Latin, namanya memiliki arti βAngsaβ. Oleh karena itu, Cygnus juga biasa disebut dengan rasi bintang angsa. Cygnus terdiri dari enam bintang terang yang saling bersilangan, seperti tanda salib. Bintang yang paling terang pada rasi ini bernama Deneb, yang juga merupakan salah satu bintang terbesar di langit. Letaknya berada di bagian ekor angsa. Cygnus bisa dilihat secara jelas di langit malam sepanjang musim panas dan gugur di belahan bumi bagian utara.
Cygnus sering dikaitkan dengan beberapa mitos. Salah satunya adalah kisah persahabatan antara dua pemuda bernama Phaeton dan Cygnus. Alkisah, keduanya sedang berlomba melintasi langit menaiki kuda terbang milik Apollo. Karena terlalu dekat dengan matahari, kereta mereka terbakar dan keduanya jatuh ke bumi. Cygnus selamat, namun ia melihat temannya telah mati dan tubuhnya terperangkap di dasar sungai Eridanus.
Oh no. Thereβs a certain degree of myth-making around what exactly went on, so take everything that follows lightly. Telegram was originally launched as a side project by the Durov brothers, with Nikolai handling the coding and Pavel as CEO, while both were at VK. Emerson Brooking, a disinformation expert at the Atlantic Council's Digital Forensic Research Lab, said: "Back in the Wild West period of content moderation, like 2014 or 2015, maybe they could have gotten away with it, but it stands in marked contrast with how other companies run themselves today." On February 27th, Durov posted that Channels were becoming a source of unverified information and that the company lacks the ability to check on their veracity. He urged users to be mistrustful of the things shared on Channels, and initially threatened to block the feature in the countries involved for the length of the war, saying that he didnβt want Telegram to be used to aggravate conflict or incite ethnic hatred. He did, however, walk back this plan when it became clear that they had also become a vital communications tool for Ukrainian officials and citizens to help coordinate their resistance and evacuations. Since January 2022, the SC has received a total of 47 complaints and enquiries on illegal investment schemes promoted through Telegram. These fraudulent schemes offer non-existent investment opportunities, promising very attractive and risk-free returns within a short span of time. They commonly offer unrealistic returns of as high as 1,000% within 24 hours or even within a few hours. But the Ukraine Crisis Media Center's Tsekhanovska points out that communications are often down in zones most affected by the war, making this sort of cross-referencing a luxury many cannot afford.
from in